Langsung ke konten utama

Tentang Pilihan



Kebebasan adalah pilihan, karena yang mengekangmu bukan orang lain melainkan dirimu sendiri.
Sedangkan kesepian adalah takdir, karena dia hinggap begitu saja walaupun dikelilingi keramaian.

Tidak ada pesta yang tak usai, tidak ada badai yang tak berlalu.

Kendati hidup memiliki siklusnya namun dia akan berhenti di satu titik misteri,

Galilah hidupmu sedalam-dalamnya sebelum kuburmu digali.

Life is all about choices.  Live life to the fullest!

(teruntuk yang sedang bimbang memutuskan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Kebangkitan Menulis

Saya tau saya harus memulai lagi sejak dulu dulu untuk menulis. Persisnya, setelah kejadian pindah-memindah dokumen dari macbook ke pc, seluruh koleksi puisi saya: hilang!  Disitulah saya merasa sedih, terpuruk dan memusuhi "menulis". Ayam *, kamu tidak sabotase kan? Mengingat memang dalam puisi itu kata-katanya mendalam, tertulis berlatar belakang kisah nyata, diantaranya urusan cinta, cinta yang bersambut maupun yang tersumbat. Manusia punya cerita justru tidak boleh dilupa, jadikanlah itu bagian yang memang nyata ada, mau itu  baik atau buruk.  Kebanyakan manusia suka lari, pura-pura bego dan pura-pura lupa, entah untuk pencitraan atau belum mengenal dirinya sendiri. Mulut saya kadang memang ember dalam menuturkan fakta baik tentang saya maupun tentang Anda. Jikalau suatu ketika ada tulisan saya yang menyentuh atau menyinggung perasaan Anda, maafkan saya.   Walaupun saya jarang menyebut nama, namun biasanya mengena,   Dengan menulis s...

Haruskah saya bekerja lagi?

Merasa gagal menidurkan si bontot, biarlah dia bermain...dan permainannya menjilat kuas kemudian dia melukis diatas pot..ah sudahlah, bukan ini yang ingin saya bahas. Diskusi via WA hari ini dengan serorang sahabat membuat saya juga kembali bertanya, ada apa gerangan dengan pernikahan saat ini? Terutama mengenai tanggung jawab suami dan istri. Mengapa banyak sekali saya temui perempuan yang seolah tak memiliki pilihan sehingga harus terpaksa bekerja untuk menafkahi keluarga? Apakah suaminya terlalu cengeng? Apakah standar hidupnya tidak mau berubah? Apakah jangan-jangan sebetulnya si istri mencari-cari alasan seolah sulit untuk berhenti bekerja? Oh iya, bekerja yang saya maksud adalah keluar rumah untuk  mencari nafkah dari pagi hingga sore/malam dan meninggalkan pengasuhan anak kepada orang lain. Kadang kita merasa senang sekaligus bersalah disaat kita merasa sedang galau kemudian ada yang curhat dan kita merasa bersyukur dengan nasib kita yang serasa...