Langsung ke konten utama

Tentang Pilihan



Kebebasan adalah pilihan, karena yang mengekangmu bukan orang lain melainkan dirimu sendiri.
Sedangkan kesepian adalah takdir, karena dia hinggap begitu saja walaupun dikelilingi keramaian.

Tidak ada pesta yang tak usai, tidak ada badai yang tak berlalu.

Kendati hidup memiliki siklusnya namun dia akan berhenti di satu titik misteri,

Galilah hidupmu sedalam-dalamnya sebelum kuburmu digali.

Life is all about choices.  Live life to the fullest!

(teruntuk yang sedang bimbang memutuskan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Haruskah saya bekerja lagi?

Merasa gagal menidurkan si bontot, biarlah dia bermain...dan permainannya menjilat kuas kemudian dia melukis diatas pot..ah sudahlah, bukan ini yang ingin saya bahas. Diskusi via WA hari ini dengan serorang sahabat membuat saya juga kembali bertanya, ada apa gerangan dengan pernikahan saat ini? Terutama mengenai tanggung jawab suami dan istri. Mengapa banyak sekali saya temui perempuan yang seolah tak memiliki pilihan sehingga harus terpaksa bekerja untuk menafkahi keluarga? Apakah suaminya terlalu cengeng? Apakah standar hidupnya tidak mau berubah? Apakah jangan-jangan sebetulnya si istri mencari-cari alasan seolah sulit untuk berhenti bekerja? Oh iya, bekerja yang saya maksud adalah keluar rumah untuk  mencari nafkah dari pagi hingga sore/malam dan meninggalkan pengasuhan anak kepada orang lain. Kadang kita merasa senang sekaligus bersalah disaat kita merasa sedang galau kemudian ada yang curhat dan kita merasa bersyukur dengan nasib kita yang serasa...

Sahabat Sejati

(sebuah kisah dari sudut pandang SAYA) Karena kita (baca: saya) adalah seorang ibu, karena kita adalah seorang istri dan kita adalah seorang anak, seringkali kita menahan airmata sebagai peringatan bahwa sekali dia jatuh maka derasnya akan melebihi air bah bendungan “jebol”, dan sekali dia jatuh maka dia tidak dapat melindungi orang-orang yang dicintainya. Sahabat sejati adalah pendamping setia yang seringkali membuat si airmata itu tidak perlu lagi jatuh, yang membuka luas emosi lain selain hanya itu-itu saja disaat kita sedang seorang diri. Manusia menangis sendiri, wajar.  Manusia tertawa sendiri? Gila! Sahabat sejati membuat kita tertawa tanpa kita disebut gila, bahkan kita menertawakan derita, kita menertawakan hal yang jika kita pikirkan sendiri, tidak akan selucu itu! Pernahkah kita merasa satu berkah berlimpah, entah itu kebahagiaan atas rizqi, atas anak, atas makanan lezat, atas prestasi gemilang, dan rasanya tidak lengkap jika kita tidak membagi berka...